Kamis, 30 Juni 2011

Rudal Balistik

APA ITU BALISTIK

Balistik adalah ilmu mengenai gerakan, sifat, dan efek dari proyektil, khususnya peluru, bom grafitasi, roket, dan lain-lain; ilmu atau seni merancang dan mengerakkan proyektil untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Balistik adalah ilmu yang mempelajari tentang gerak peluru mulai dari ditembakan sampai mengenai sasaran dan efek dari sasaran tersebut. Balistik juga terbagi dalam beberapa bagian : ballistik dalam, ballistik luar, ballistik akhir

Balistik dalam adalah suatu ilmu yang mempelajari semua kejadian proyektil pada saat munisi mulai dinyalakan ( prImer mulai dipukul ) sampai pada saat proyektil keluar dari mulut laras

Balistik Luar adalah balistik diluar, sedangkan balistik itu sendiri adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku peluru beserta dengan faktor-faktor yang memengaruhinya, sehingga balistik luar mengandung arti ilmu yang mempelajari tingkah laku peluru beserta faktor-faktor yang memengaruhi di dalam udara bebas setelah keluar mulut laras

Balistik akhir adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang pola atau bentuk tingkah laku dari suatu peluru atau proyektil dan pecahannya (fragmentasi) pada suatu perkenaan (sasaran) serta tentang efek dari perkenaannya, tetapi bukan berbicara tentang pengaruh luka yang diakibatkan oleh unsur kimia atau racun. Pada perkenaan (sasaran) nantinya kita banyak berhubungan dengan bagaiman menentukan kemungkinan kena ( Probability of Hit) dan menghitung tentang kemungkinan membunuh (Probability of Kill) dari peluru yang ditembakan ke perkenaan (sasaran) tersebut

SEJARAH RUDAL BALISTIK

Rudal balistik yang pertama dikembangkan oleh Nazi Jerman pada tahun 1930-an dan 1940-an di bawah arahan Walter Dornberger.
Rudal balistik mulai dioperasikan pada 6 September 1944 untuk melawan Paris diikuti dengan serangan terhadap London dua hari kemudian.

Pada tahun 2007 sebanyak 30 negara dikerahkan untuk meneliti dan merancang rudal balistik. Sebagian besar rudal dibuat oleh Cina, Iran dan Federasi Rusia.



Gambar Rudal Balistik

Peluncuran rudal


ISI rudal balistik..




READ MORE - Rudal Balistik

Rabu, 29 Juni 2011

Pesawat ulang-alik


Pesawat ulang-alik (bernama resmi: Space Transportation System atau STS; lebih populer dengan NASA's Space Shuttle atau Space Shuttle saja) adalah pesawat luar angkasa milik Amerika Serikat yang digunakan dalam misi penerbangan luar angkasa berawak. Pesawat ulang alik – tidak seperti pesawat luar angkasa lainnya – badan utama pesawat ulang-alik dapat digunakan kembali di lain waktu. Pesawat jenis ini hanya dimiliki oleh NASA, badan antariksa Amerika, dalam beberapa jenis. Sempat dibuat 5 buah, di mana sekarang tinggal tiga. Modul pesawat, terbang secara vertikal dan biasanya membawa tiga sampai lima astronot (walaupun pernah mengangkut 8 astronot dan masih cukup sampai 11 astronot dalam keadaan darurat) dan muatan sampai seberat 50.000 lb, 22.700 kg menuju orbit rendah bumi (thermosfer). Ketika misi selesai pesawat akan menyalakan pendorongnya sendiri untuk kembali menuju atmosfer bumi, pendorong akan dimatikan ketika pesawat sudah di dalam atmosfer bumi dan pesawat akan melayang selama perjalannya sampai akhirnya mencapai permukaan lagi.

Pesawat ulang-alik NASA bisa dikatakan merupakan pesawat luar angkasa pertama yang dirancang agar dapat dipakai kembali sebagian. Pesawat ini bertugas untuk membawa berbagai muatan (biasanya satelit) ke berbagai orbit bumi (biasanya orbit rendah, perlu perlakuan khusus untuk orbit yang lebih tinggi), penggantian awak ISS, Stasiun Luar Angkasa Internasional, dan untuk misi servis. Terkadang pesawat ini juga dapat mengambil kembali satelit untuk dikembalikan ke bumi. Bekerjasama dengan Soyuz, pesawat luar angkasa milik Rusia, kedua pesawat bahu membahu membangun ISS. Kedua pesawat dirancang agar dapat bekerja sekitar 10 tahun atau setara dengan sekitar 100 peluncuran.

Pesawat ulang-alik yang pertama adalah Enterprise, yang sebenarnya merupakan wahana uji terbang. Pesawat berikutnya adalah Columbia, Challenger, Discovery dan Atlantis. Challenger telah hancur ketika proses peluncuran pada tahun 1986, dan akhirnya dibuat Endeavour sebagai penggantinya. Sedangkan Columbia hancur ketika proses memasuki atmosfer bumi pada tahun 2003.

NASA telah mengumumkan untuk memberhentikan armada pesawat luar angkasanya pada tahun 2010 dan akan menggantinya dengan Orion, pesawat baru yang dirancang dapat mengangkut manusia menuju bulan dan bahkan objek angkasa yang lebih jauh lagi.
READ MORE - Pesawat ulang-alik

Selasa, 28 Juni 2011

Pesawat terbang

Pesawat terbang atau pesawat udara atau kapal terbang atau cukup pesawat saja adalah kendaraan yang mampu terbang di atmosfer atau udara.







Sejarah
Pesawat terbang yang lebih berat dari udara diterbangkan pertama kali oleh Wright Bersaudara (Orville Wright dan Wilbur Wright) dengan menggunakan pesawat rancangan sendiri yang dinamakan Flyer yang diluncurkan pada tahun 1903 di Amerika Serikat. Selain Wright bersaudara, tercatat beberapa penemu pesawat lain yang menemukan pesawat terbang antara lain Samuel F Cody yang melakukan aksinya di lapangan Fanborough, Inggris tahun 1910. Sedangkan untuk pesawat yang lebih ringan dari udara sudah terbang jauh sebelumnya. Penerbangan pertama kalinya dengan menggunakan balon udara panas yang ditemukan seorang berkebangsaaan Perancis bernama Joseph Montgolfier dan Etiene Montgolfier terjadi pada tahun 1782, kemudian disempurnakan seorang Jerman yang bernama Ferdinand von Zeppelin dengan memodifikasi balon berbentuk cerutu yang digunakan untuk membawa penumpang dan barang pada tahun 1900. Pada tahun tahun berikutnya balon Zeppelin mengusai pengangkutan udara sampai musibah kapal Zeppelin pada perjalanan trans-Atlantik di New Jersey 1936 yang menandai berakhirnya era Zeppelin meskipun masih dipakai menjelang Perang Dunia II. Setelah zaman Wright, pesawat terbang banyak mengalami modifikasi baik dari rancang bangun, bentuk dan mesin pesawat untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara.Pesawat komersial yang lebih besar dibuat pada tahun 1949 bernama Bristol Brabazon.Sampai sekarang pesawat penumpang terbesar di dunia di buat oleh airbus industrie dari eropa dengan pesawat A380.

Kategori dan klasifikasi

Lebih berat dari udara


Pesawat terbang yang lebih berat dari udara disebut aerodin, yang masuk dalam kategori ini adalah autogiro, helikopter, girokopter dan pesawat bersayap tetap. Pesawat bersayap tetap umumnya menggunakan mesin pembakaran dalam yang berupa mesin piston (dengan baling-baling) atau mesin turbin (jet atau turboprop) untuk menghasilkan dorongan yang menggerakkan pesawat, lalu pergerakan udara di sayap menghasilkan gaya dorong ke atas,
yang membuat pesawat ini bisa terbang. Sebagai pengecualian, pesawat bersayap tetap juga ada yang tidak menggunakan mesin, misalnya glider, yang hanya menggunakan gaya gravitasi dan arus udara panas. Helikopter dan autogiro menggunakan mesin dan sayap berputar untuk menghasilkan gaya dorong ke atas, dan helikopter juga menggunakan mesin untuk menghasilkan dorongan ke depan.

Lebih ringan dari udara

Pesawat terbang yang lebih ringan dari udara disebut aerostat, yang masuk dalam kategori ini adalah balon dan kapal udara. Aerostat menggunakan gaya apung untuk terbang di udara,
seperti yang digunakan kapal laut untuk mengapung di atas air. Pesawat terbang ini umumnya menggunakan gas seperti helium, hidrogen, atau udara panas untuk menghasilkan gaya apung tersebut. Perbedaaan balon udara dengan kapal udara adalah balon udara lebih mengikuti arus angin, sedangkan kapal udara memiliki sistem propulsi untuk dorongan ke depan dan sistem kendali. Teks tebal



ALBUM animasi Pesawat..
READ MORE - Pesawat terbang

C-130 Hercules


Lockheed C-130 Hercules adalah sebuah pesawat terbang bermesin empat turboprop yang bertugas sebagai pengangkat udara taktikal utama untuk pasukan militer di banyak bagian dunia. Mampu mendarat dan lepas landas dari runway yang pendek atau tidak disiapkan, awalnya dia adalah sebuah pengangkut tentara dan pesawat kargo yang sekarang ini juga digunakan untuk berbagai macam peran, termasuk infantri airborne, pengamatan cuaca, pengisian bahan bakar di udara, pemadam kebakaran udara, dan ambulans udara. Sekarang ini ada lebih dari 40 model Hercules, termasuk beberapa kapal senapan, dan juga digunakan di lebih dari 50 negara. Melayani lebih dari 50 tahun, keluarga C-130 telah menciptakan rekor yang bagus untuk kehandalan dan daya tahannya, berpartisipasi dalam militer, sipil, dan bantuan kemanusiaan.

Keluarga C-139 memiliki sejarah produksi yang paling panjang dari seluruh pesawat militer. Yang pertama prototipe YC-130 terbang pada 23 Agustus 1954 dari pabrik Lockheed di Burbank, California, Amerika Serikat. Pesawater tersebut dipiloti oleh Stanley Beltz dan Roy Wimmer. Setelah kedua prototipe selesai, produksi dipindahkan ke Marietta, Georgia, di mana lebih dari 2.000 C-130 dibuat.

Pesawat di Indonesia

Indonesia menerima 10 pesawat C-130 dari pemerintah Amerika Serikat sebagai penukar tawanan pilot CIA Allen Pope yang terlibat membantu pemberontakan Permesta di Sulawesi pada tahun 1958.

Pada tahun 1975, Indonesia menerima 3 C-130B. Di tahun 1980-an, di bawah program untuk meningkatkan kemampuan angkatan udara Indonesia, 3 buah C-130H, 7 C-130HS (long body), 1 C-130 MP (patroli maritim), 1 L-100-30 (untuk keperluan sipil), dan enam L-100-30s yang dioperasikan oleh PT Merpati dan Pelita Air untuk keperluan transmigrasi. TNI AU juga mengoperasikan 2 KC-130 (versi air refuelling C-130) untuk keperluan pengisian bahan bakar di udara (sampai hari ini masih beroperasi).

Pada tahun 199 Senat Amerika Serikat mengeluarkan larangan penjualan senjata dan pembekuan hubungan militer dengan Indonesia, yang berkaitan dengan krisis Timor-Timur. Ini menyebabkan 17 pesawat C-130 tidak layak terbang karena tidak adanya suku cadang. Pada tanggal 20 September 2000, setelah Presiden Abdurrahman Wahid dan Menteri Pertahanan Mahfud berbicara dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat William Cohen pada pertemuan awal September, pemerintah Amerika Serikat menyatakan akan mengijinkan eksport suku cadang ke Indonesia. Tetapi sampai bertahun-tahun import suku cadang dari Amerika Serikat tidak pernah dijalankan dan TNI kemudian mengimport suku cadang dari negara lain.

Senat Amerika Serikat tetap menyatakan pelarangan penjualan senjata ke Indonesia, tetapi memberi presiden Amerika Serikat hak perkecualian.

Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyatakan bahwa sekitar 70% budget militer Indonesia pada tahun 2009 akan dipergunakan untuk membeli pesawat C-130. Dari 24 pesawat, hanya 6 yang masih layak terbang. Sementara itu pemerintah Amerika Serikat dan Australia berjanji akan memberi bantuan pembelian 6 buah Hercules tipe E dan J. Namun, Indonesia kemungkinan lebih tertarik membeli tipe J (C-130J Super Hercules) yang memiliki kemampuan angkut yang lebih tinggi dan mesin yang lebih efisien.
READ MORE - C-130 Hercules

Pesawat pengebom


Perang Dunia I dan II

 Pesawat pengebom mulai muncul bersama dengan pesawat tempur, yaitu pada awal Perang Dunia I. Pada awalnya hanya berupa pilot yang menjatuhkan bom sederhana dari pesawatnya.

Jerman menggunakan Zeppelin sebagai bomber, karena mereka memliki jarak jangkau dan kapasitas untuk membawa bom dari Jerman ke Inggris. Dengan perkembangan desain pesawat dan peralatan, mereka mulai dibantu oleh pesawat dua-sayap multi-mesin besar untuk pengeboman strategis jarak jauh, khususnya pada malam hari.

Pada saat itu, pesawat pengebom merupakan pesawat tersendiri, dan bentuknya juga sangat berbeda dari pesawat lain. Ini adalah akibat kurangnya kemampuan kekuatan mesin pesawat, yang berarti untuk membawa jumlah bom yang tepat, dibutuhkan pesawat dengan banyak mesin. Hasilnya adalah pesawat yang benar-benar besar, dengan efisiensi yang lumayan baik.

Dengan kekuatan mesin sebagai pembatas utama, dengan ditambah keinginan untuk meningkatkan akurasi, desain bomber cenderung dibuat untuk satu peran saja. Pada awal Perang Dunia II, jenis-jenis pesawat pengebom adalah:
Pesawat pengebom tukik
Pesawat pengebom ringan, sedang, dan berat
Pesawat pengebom torpedo
Pesawat pengebom khusus serangan darat jarak dekat

 Perang Dingin


Pada awal Perang Dingin, pesawat pengebom adalah cara satu-satunya untuk menjatuhkan senjata nuklir ke musuh, dan digunakan sebagai alat menakut-nakuti. Dengan diciptakannya peluru kendali anti-pesawat, bomber harus mencari cara-cara lain untuk menghindari diserang musuh. Kecepatan tinggi dan ketinggian yang tinggi sekali menjadi cara menghindari serangan musuh. Ketika rudal anti-pesawat mengancam pesawat pengebom yang terbang tinggi, dibuatlah pesawat pengebom kecepatan tinggi yang terbang rendah dibawah deteksi radar.

Menjelang akhir Perang Dingin, pengembangan pesawat pengebom strategis besar mulai menghadapi masalah, khususnya karena harganya yang sangat mahal dan diciptakannya rudal balistik antar-benua, yang dianggap memiliki efek psikologis yang sama, tapi lebih sulit untuk dihancurkan. Program XB-70 Valkyrie Angkatan Udara Amerika Serikat dibatalkan karena alasan-alasan diatas, dan pesawat selanjutnya, B-1 Lancer dan B-2 Spirit baru bisa dioperasikan setelah melalui masalah-masalah dalam pengembangan dan politik. Masalah serupa juga dihadapi Uni Soviet, misalnya, Tupolev Tu-160 hanya diproduksi dalam jumlah yang sedikit sekali, yang mengakibatkan masih dipakainya pesawat 1950-an Tu-16 dan Tupolev Tu-95 sampai abad ke-21.


Era modern

Pada angkatan udara modern, perbedaan antara pesawat pengebom dan pesawat tempur mulai tidak jelas. Banyak pesawat perang yang bentuknya adalah pesawat tempur, ternyata dioptimalkan untuk misi pengeboman, dan tidak memiliki kemampuan tempur udara. Selain itu banyak juga pesawat tempur yang dirancang untuk pertarungan di udara, seperti F-16, malah digunakan sebagai 'truk pengebom'.

Mungkin satu-satunya faktor yang bisa membedakan adalah jarak jangkau: pesawat pengebom dibuat agar bisa terbang jarak jauh memasuki daerah musuh, sedangkan pesawat tempur pengebom dan pesawat tempur serang terbatas pada misi-misi disekitar medan perang. Tapi perbedaan inipun sudah dibuat samar-samar oleh adanya kemampuan untuk mengisi bahan bakar di udara, yang sangat meningkatkan potensi radius operasi.

 


READ MORE - Pesawat pengebom

Northrop F-5


F-5A/B Freedom Fighter dan F-5E/F Tiger II adalah bagian dari keluarga pesawat tempur supersonik ringan yang dirancang dan diproduksi oleh Northrop, di Amerika Serikat, sejak tahun 1960-an. Ratusan pesawat ini masih dipakai oleh berbagai angkatan udara di dunia sampai abad ke-21, dan pesawat ini juga menjadi dasar untuk pengembangan beberapa pesawat lainnnya. Produksi pesawat F-5A dan F-5E berakhir pada tahun 1972 dan 1987.

Pengembangan pesawat ini berawal sebagai pesawat tempur ringan Northtrop yang dibiayai oleh swasta, pada tahun 1950-an. Generasi pertama F-5 Freedom mulai dipakai pada tahun 1960-an. Sampai 1972, lebih dari 800 pesawat diproduksi untuk negara sekutu Amerika Serikat pada Perang Dingin, sementara Angkatan Udara Amerika Serikat membeli sekitar 1100 pesawat.

Generasi kedua, keluarga F-5E Tiger II, juga banyak digunakan oleh negara sekutu Amerika Serikat, dan di Amerika Serikat sendiri dipakai sebagai pesawat latih tempur. Jumlah Tiger II yang diproduksi sampai tahun 1987 mencapai 1400 buah. Pesawat F-5 yang masih dipakai sampai tahun 1990-an dan 2000-an telah melalui banyak modifikasi pembaruan.

Perancangan dan pengembangan

Pesawat ini awalnya dirancang oleh Northrop, dengan nama N-156, sebagai pesawat tempur ringan, harga rendah, dan dengan perawatan mudah. Pesawat ini dirancang untuk menggunakan mesin modifikasi dari General Electric J85, yang awalnya dibuat untuk digunakan pada pesawat kecil McDonnell ADM-20 Quail yang dibawa sebagai drone oleh pesawat pengebom B-52. Angkatan Darat Amerika Serikat tertarik untuk menggunakan pesawat ini sebagai pesawat serang darat, namun penggunaan pesawat bersayap tetap merupakan tugas Angkatan Udara Amerika Serikat, dan Angkatan Udara AS tidak menyetujui pemakaian N-156.

Walaupun belum diterima di Angkatan Udara AS, F-5 ternyata sukses digunakan oleh para sekutu Amerika Serikat. Tetapi, F-5 tetap tidak digunakan oleh Amerika Serikat untuk pemakaian di garis depan. Angkatan Udara AS hanya mengadopsi T-38 Talon, versi pesawat latih dari F-5, yang menjadi pesawat latih supersonik pertama. Selain itu, pesawat ini juga menjadi dasar untuk pengembangan YF-17, yang kemudian berkembang menjadi F/A-18 Hornet.
READ MORE - Northrop F-5

F-4 Phantom II


F-4 Phantom II adalah pesawat tempur pengebom buatan Amerika Serikat. Pesawat ini berukuran besar, bermesin ganda dan terutama digunakan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat, Angkatan Laut Amerika Serikat, serta Korps Marinir Amerika Serikat. Saat ini F-4 sudah pensiun di Amerika Serikat, tetapi masih aktif di beberapa negara di luar Amerika serikat, seperti di Iran dan Israel. Sampai tahun 2001 masih ada 1000 pesawat jenis ini yang digunakan di 11 negara.

QF-4 Phantom 74-626 di McGuire Air Force Base, 12 Mei 2007. A-10 Thunderbolt II dilatar belakang.

F-4 USAF menjatuhkan 107½ MiG Asia Tenggara (50 dengan Sparrow, 31 dengan Sidewinder, 5 dengan Falcon, 15.5 dengan senapan mesin.

Spesifikasi (F-4E)

Karakteristik umum
Kru: 2
Panjang: 63 ft 0 in
Lebar sayap: 38 ft 4.5 in
Tinggi: 16 ft 6 in
Luas sayap: 530.0 ft²
Airfoil: NACA 0006.4-64 root, NACA 0003-64 tip
Bobot kosong: 30,328 lb
Bobot terisi: 41,500 lb
Bobot maksimum lepas landas: 61,795 lb
Mesin: 2× General Electric J79-GE-17A axial compressor turbojets, 17,845 lbf masing-masing
Zero-lift drag coefficient: 0.0224
Drag area: 11.87 ft² (1.10 m²)
Aspect ratio: 2.77
Fuel capacity: 1,994 US gal (7,549 L) internal, 3,335 US gal (12,627 L) with three external tanks
Maximum landing weight: 36,831 lb (16,706 kg)
Kinerja
Laju maksimum: Mach 2.23 (1,472 mph, 2,370 km/h) at 40,000 ft (12,190 m)
Laju jelajah: 506 knots (585 mph, 940 km/h)
Radius tempur: 367 nm
Jarak jangkau ferri: 1,403 nm with 3 external fuel tanks
Batas tertinggi servis: 60,000 ft
Laju panjat: 41,300 ft/min
Beban sayap: 78 lb/ft²
Dorongan/berat: 0.86
Lift-to-drag ratio: 8.58
Takeoff roll: 4,490 ft (1,370 m) at 53,814 lb (24,410 kg)
Landing roll: 3,680 ft (1,120 m) at 36,831 lb (16,706 kg)
Persenjataan
1x 20 mm M61 Vulcan gatling cannon, 639 rounds
Up to 18,650 lb (8,480 kg) of weapons on nine external hardpoints, including general purpose bombs, cluster bombs, TV- and laser-guided bombs, rocket pods, air-to-ground missiles, anti-runway weapons, anti-ship missiles, targeting pods, recce pods, and nuclear weapons. Baggage pods may also be carried. External fuel tanks of 370 US gal (1,420 l) capacity for the outer wing hardpoints and either a 600 or 610 US gal (2,310 or 2,345 l) fuel tank for the centerline station can be fitted to extend the range.
4x AIM-7 Sparrow in fuselage recesses plus 4x AIM-9 Sidewinders on wing pylons; upgraded Hellenic F-4E and German F-4F ICE carry AIM-120 AMRAAM, Japanese F-4EJ Kai carry AAM-3, Hellenic F-4E will carry IRIS-T in future. Iranian F-4s could potentially carry Russian and Red Chinese missiles. UK Phantoms eventually (1978) replaced the AIM-7 Sparrow with Skyflash missiles.
READ MORE - F-4 Phantom II

MiG-21F Fishbed

MiG-21F Fishbed adalah pesawat tempur sergap berjarak pendek dan merupakan pesawat produksi generasi pertama dari seri MiG-21 yang populer. Prototipe dari pesawat ini, E-5 (dibaca Ye-5) terbang pertama kali pada tahun 1955 dan muncul kehadapan publik pada saat Hari penerbangan Soviet di Lapangan Udara Tushino, Moskwa pada bulan Juni 1956. Pada saat perang Vietnam, pesawat ini digunakan untuk menyerang armada pesawat Amerika Serikat, juga digunakan pada perang Arab-Israel, diantaranya Perang Enam Hari dan Perang Yom Kippur, perang India-Pakistan, krisis Yaman dan berbagai peperangan di berbagai belahan dunia ketiga, sehingga pantas dijiluki AK-47 di udara, ataupun kerikil tajam dari timur karena awalnya pihak barat khususnya Amerika Serikat menganggap remeh pesawat ini. Lebih dari 30 negara di dunia termasuk sekutu Amerika Serikat menggunakan pesawat ini. Sedikitnya terdapat 15 versi dari MiG 21 yang telah diproduksi, beberapa diproduksi di luar Uni Soviet. Kurang lebih terdapat 8000 pesawat ini telah diproduksi.

 J-7 (Jianjiji-7)/F-7 YF-110

Soviet memberikan lisensi untuk memproduksi MiG-21 dan mesinnya kepada Tiongkok pada tahun 1961, dan produksi pertama kalinya J-7 (Jianjiji-7 Fighter aircraft 7) menggunakan komponen buatan Tiongkok dimulai awal 1964. dan penerbangan pertamanya, pesawat yang dirakit di Shenyang pada tanggal 17 Januari 1966, dan produksi dari Chengdu, J-7-I dimulai pada bulan Juni 1967. Berikutnya modifikasi termasuk pengembangan dari J-7-II / J-7B yang dimulai 1975 di mana produksinya diakui pada September 1979. Pengembangan dari F-7M dan J-7 III dimulai 1981. J-7 III adalah pesawat tempur buatan Tiongkok yang menyamai MiG-21MF. terutama merancang ulang dari J-7 II, penerbangan pertama J-7 III pada 26 April 1984. yang merupakan produksi bersama antara Chengdu dan Guizhou (GAIC), Pesawat J-7 III masuk dinas Angkatan Udara Tiongkok (PLA Air Force) dan Angkatan Laut 1992, dengan produksi berlanjut.

Produksi yang lain adalah pesawat tipe F-7M Airguard yang produksinya dimulai pada Desember 1984. Pada tahun 1988 Tiongkok mengirimkan perdana 20 unit dari 60 F-7M Skybolts ke Pakistan. Sebagai upaya peningkatan kemampuan Karachi menginginkan agar diatas kemampuan Grumman Sabre II, atau F-7P. Produksi dari "Super 7" terhenti karena Amerika Serikat menarik dukungan dan bantuan tekniknya akibat peristiwa Tienanmen 1989.

Pesawat tersebut menggunakan sayap delta. Dengan satu buah mesin turbojet di dalam badan pesawat. Dengan lubang masuk udara (small round air intake) pada hidung pesawat dan memiliki pembuangan udara (exhaust) tunggal. Badan pesawat panjang dengan hidung yang tumpul dan kanopi menggembung (bubble canopy). Terdapat sirip pada bagian perut pesawat bagian belakang . Memiliki sirip ekor tegak sayung kebelakang. Pada modifikasi J-7FS ditambahkan radar dengan mengkonfigurasi ulang air intake, yang mana "Super 7" dengan meng- upgrade sepenuhnya bagian depan dari pesawat dengan menambahkan radar pesawar yang berukuran besar dari versi sebelumnya dan menempatkan lubang masuk udapda bagian perus pesawat di mana pada versi sebelumnya perubahan itu tidak dilakukan.

Pada 1989 produksi Tiongkok rata-rata setiap bulan adalah rata-rata 14 pesawat aircraft per bulan, terutama untuk ekspor. Pesawat J-7 diproduksi secara besar-besaran oleh Tiongkok, untuk mengganti pesawat J-6 , versi Tiongkok dari MiG-19. Pada tahun 1995, diproyeksikan produksi J-7 akan terus berlanjut sampai dekade berikutnya menambah total produksi mendekati 1000 pesawat pada tahun 2005, tetapi pada faktanya inventaris PLA Air Force (Tiongkok) berjumlah 500 pesawat, yang kemungkinan produksinya akan berakhir

Pesawat MiG-21 diperoleh Amerika Serikat melalui program Foreign Materiel Acquisition/Exploitation yang ditandai dengan YF-110.

Spesifikasi



Mesin Tumansky R11F-300
Negara produsen: Rusia (Uni Soviet), China
Pabrik :
Mikoyan-Gurevich Rusia
Xian Aircraft (China) @ Shenyang, Chengdu & Guizhou

Varian
Versi Rusia:
MiG-21F Fishbed C
MiG-21PF Fishbed D
MiG-21PFM Fishbed F
MiG-21R Fishbed H
MiG-21S Fishbed H
MiG-21RF Fishbed H
MiG-21SM Fishbed J
MiG-21M (Type 96/Hindustan Aeronautics-India)
MiG-21PFMA Fishbed J
MiG-21MF Fishbed J
MiG-21SMT Fishbed K
MiG-21SMB Fishbed K
MiG-21bis-A Fishbed L
MiG-21bis-B Fishbed N
MiG-21U Mongol A
MiG-21US Mongol B
MiG-21UM Mongol B
Versi China
J-7 / F-7 Fishbed
J-7 II / F-7B Fishbed
J-7 III Fishbed
F-7M Airguard
F-7P Skybolt
Pesawat sejenis:

Sukhoi Su-7, Su-11, Su-22 Fitters, Mirage III, A-4 Skyhawk
Pengembangan terkait

F-7, F-8, JL-9
Kegunaan: Penyergap, tempur,Serang darat
[sunting]
Data Teknis
WingSpan (rentang sayap) 23 ft. 6 in.
Length (panjang) 51 ft. 9 in.
Height (tinggi) 15 ft. 9 in.
Weight (berat) 18.080 lbs. max.
Mesin:
MiG-21 = Tumansky R-11F-300 @ 12,675 lbst w/afterburner
J-7 III = Wopen-13 turbofan @ 14,550-lbst
Kru penerbang pilot tunggal
Kecepatan Maksimum 1.300 mph.
Kecepatan jelajah 550 mph.
Jarak tempuh (Range) :
MIG-21 = 400 mi range
MIG-21bis = 600 nm range
J-7 = 230 mi / 370 km lo-lo-lo radius
J-7B = 375 mi / 600 km radius w/ 2 PL-2 AAM + internal fuel
J-7B = 450 mi / 750 km radius w/ 2 PL-2 AAM + drop tanks
J-7M = 550 mi / 875 km radius w/ 2 PL-2 AAM + drop tanks
J-7 III = 525 mi / 850 km radius hi-hi-hi air superiority w/ 2 AAM + drop tanks
J-7 III = 340 mi / 550 km radius lo-lo-hi ground attack w/ 2 bombs + drop tanks
J-7 III = 1.350 mi / 2.200 km ferry range
Ketinggian Jelajah 14000 meter
Kapasitas Bahan Bakar internal
2277 kg MIG-21pfs
2364 kg MIG-21bis
869 kg J-8
In-Flight Refueling (kapasitas pengisian bahan bakar diudara): -

Drop Tank (Tanki bahan bakar cadangan):
MIG-21bis = Drop tank with 391kg of fuel for 51nm range
MIG-21bis = Drop tank with 631kg of fuel for 80nm range
MIG-21bis = Drop tank with 391kg of fuel for 50nm range
J-7 = 800 l drop tank with 639kg of fuel for 111nm range
Take-Off Runway (kecepatan lepas landas)
F-7M = 700-950 m
J-7 III = 800 m (2,625 ft) with afterburning
Landing Runway (kecepatan mendarat)
F-7M = 600-900 m with brake-chute
J-7 III = 550 m with flap blowing, drag-chute and brakes
Sensor
MIG-21pfs = Spin Scan (R1L) radar, RWR, Balistic bombsight
MIG-21bis = Jay Bird radar, RWR, Balistic bombsight
J-7 = Type 222 ranging radar, RWR, Ballistic bombsight
Armament (Senjata)
One NR-30 30mm cannon plus
MIG-21pfs = K-13 AA-2 atoll, FAB-500, FAB-250, UV-16-67 rocket pods
MIG-21bis = UV-69 57 rocket pods, AA-8 Aphid, FAB-250, FAB-500
J-7 = 2 PL-2 or PL-7 AAM and 1 800 L drop tank (685 nm)

Negara pengguna

Afganistan, Albania (J-7), Aljazair, Angola, Azerbaijan, Bangladesh, Bulgaria, Myanmar, Kamboja, Cina (J-7), Kongo, Kroasia, Kuba, Ceko, Mesir, Ethiopia, Finlandia Jerman Timur, Guyana, Hongaria, India, Indonesia, Iran, Irak, Kazakhstan, Laos, Libya, Madagaskar, Mali, Mongolia, Mozambik, Nigeria, Korea Utara, Yaman, Pakistan (J-7), Polandia Rumania, Slovakia, Sri Lanka, Sudan, Syria (Suriah), Tanzania, Vietnam, Yugoslavia (Serbia-Montenegro), Zambia, Zimbabwe
READ MORE - MiG-21F Fishbed

P-51 Mustang

P-51 Mustang adalah pesawat petarung jarak jauh buatan Amerika Serikat. Pesawat ini menjadi salah satu pesawat tempur terbaik pada perang dunia II. Mustang menjadi satu-satunya pesawat petarung yang mampu mencapai Berlin, baik untuk melangsungkan serangan mandiri maupun untuk mengawal pesawat pengebom yang akan menjatuhkan bom di Berlin.

Sejarah

Inggris yang sedang terlibat perang di Eropa membutuhkan sebuah pesawat yang mampu mencapai Jerman dan mengawal pengebom yang setiap saat jatuh di tembak pesawat petarung Jerman, maka dibuatlah pesawat oleh North American untuk memenuhi kebutuhan ini, untuk mesinnya dipasang mesin Rolls Royce buatan Inggris. Pesawat yang tercipta mempunyai kelemahan pada kelincahan di ketinggian maksimum, maka ditambahkanlah turbo charger pada mesinnya. Hasilnya adalah sebuah pesawat yang handal untuk perang jarak jauh, dan menjadi legenda.

Mustang diproduksi ribuan dan digunakan oleh banyak angkatan udara, termasuk Indonesia. Indonesia menerima Mustang sebagai hibah dari Belanda, ironisnya Mustang juga digunakan Indonesia melawan Belanda dan sekutunya dikemudian hari. Karena gambar mulut menganga berwarna merah di ujung pesawat, pesawat di gambar ini populer dengan julukan "si cocor merah".
READ MORE - P-51 Mustang

YF-17 Cobra


YF-17 Cobra merupakan prototip pesawat tempur siang hari ringan yang dirancang untuk program Light Weight Fighter (LWF, "Pesawat Tempur Ringan") Angkatan Udara Amerika Serikat. Program LWF diadakan karena komunitas pesawat tempur Amerika Serikat beranggapan bahwa F-15 Eagle merupakan pesawat tempur yang terlalu besar dan mahal untuk peran pertempuran udara. YF-17 dirancang oleh Northrop, yang mengembangkannya berdasarkan seri F-5.

Pada akhirnya, YF-17 kalah dalam persaingannya melawan YF-16 General Dynamics yang kemudian dinamakan F-16 Fighting Falcon. Namun, YF-17 kemudian dikembangkan untuk menjadi dasar untuk perancangan F/A-18 Hornet, yang dipakai Amerika Serikat sebagai pendukung F-14 Tomcat.[1] Rancangan pesawat tempur ringan ini ironisnya kemudian dikembangkan lagi menjadi F/A-18E/F Super Hornet, yang ukuran dan kemampuannya sebanding dengan F-15 Eagle.
READ MORE - YF-17 Cobra

Senin, 27 Juni 2011

Menghidupkan Dinosaurus Menggunakan Ayam

Menghidupkan dinosaurus kembali dengan menggunakan ayam. Paleontolog Jack Horner menyatakan kalau gen ayam dapat digunakan kembali untuk merekayasa dinosaurus.



Horner menjelaskan, "Ayam memiliki kunci untuk merekayasa dinosaurus di dalam gen mereka." Berbagai bagian tubuh, seperti gigi, cakar, dan ekor masih didapati dalam embrio ayam. Hanya saja, bagian-bagian tubuh itu "dinonaktifkan" pada sebuah titik saat perkembangan embrio.

"Dengan memodifikasi gen, kita sudah berhasil merekayasa ayam sehingga memiliki gigi. Dengan modifikasi lebih lanjut, kita bisa saja mengungkap lebih banyak tentang dinosaurus," kata Horner.




Dalam versi Crichton dan Spielberg, dalam film Jurrasic Park, dinosaurus dibuat dengan mengekstrak DNA dari nyamuk purba. Horner mengatakan ada kelemahan dari teori tersebut. Mereka tidak menemukan DNA utuh, DNA yang dibutuhkan untuk mengklon dinosaurus.


Artikel ini diambil dari : http://artikelbersama2.blogspot.com/2011/06/menghidupkan-dinosaurus-menggunakan.html
READ MORE - Menghidupkan Dinosaurus Menggunakan Ayam

Jumat, 24 Juni 2011

Cinta Monyet !

Apa yg pertama kali kalian pikirkan ketika mendengar kata "Cinta Monyet"?? Apakah kisah cinta antara 2 biji monyet tapi ortu mereka ga setuju, sehingga mereka kawin lari. Ato kisah Romeo and Juliete versi monyet, yakni yg monyet cewek mati, lalu monyet cowok bunuh diri disamping mayat si monyet cewek. Setelah monyet cowok mati, si monyet cewek hidup lagi(kasihan sekali nasibmu nyet).

Bagi beberapa orang "Cinta Monyet" diartikan sebagai Hubungan Asmara Antara Dua Anak Manusia yg Masih Dibawah Umur dan Tidak Serius(disingkat HAADAMMDUTS). Ato bisa juga Hubungan Anak Kecil yg Tidak Serius(disingkat HAKTS). Tapi kenapa harus pake kata "Monyet"? Apa karena wajah mereka mirip monyet? Apa monyet mirip wajah mereka? Apa karena monyet adalah nenek moyang manusia seperti teori yg dikemukakan oleh Charles Darwin? Ato karena postur tubuh mereka mirip monyet(meskipun survey membuktikan bahwa postur monyet yg sedang pacaran, tapi kenapa harus pake monyet? Kenapa ga "Cinta Brontosaurus". Padahal kan masih banyak nama hewan yang keren. Misalnya tikus, kadal, kecoa, bekicot, ular(ko jadi menu sarapan gue?). Bisa juga hewan yg aneh2. For example: kuda berkaki 4, ayam berkaki 2, burung bersayap, sapi berekor, kucing berbulu, dll. Kalo ini hal paling aneh, tapi ga cocok buat nama. Yaitu: Eky boker di WC duduk sambil koprol2 sambil tereak2 "babi bersayap"(Eky jangan bunuh aku!!!).

Kembali ke HAADAMMDUTS, sebenernya apa sih enaknya? Meskipun gue juga pernah, tapi sampe sekarang gue masih ga tau enaknya. Mungkin buat mereka yg serius ngejalanin hubungan tersebut ngerasain enaknya(beserta susahnya). Tapi gimana buat yg ga serius. Kan ga enak aja kalo jadian baru 6 jam udah berantem and besoknya putus hanya karena hal sepele. Belom kalo ditanya ma temennya.
Temennya: Kemaren lo putus ya?
Si Cowok : He'eh.
Temennya: Kenapa putus?
Si Cowok : Biasa berantem?
Temennya: Emang masalahnya apaan?
Si Cowok : Gue salah pake pasta gigi.
Temennya: Emang lo pake pasta gigi apaan?
Si Cowok : Gue pake pasta gigi Balsem Otot Geliga.
Abis itu temennya si cowok gantung diri di pohon semangka.
Kan ga keren.......
Ya itulah hidup. Banyak hal2 aneh.

READ MORE - Cinta Monyet !

Kamis, 23 Juni 2011

Kapal tempur Jepang Yamato



Yamato (大和) adalah kapal tempur Angkatan Laut Kekaisaran Jepang dalam Perang Dunia II, sekaligus kapal utama dalam Armada Gabungan Jepang. Nama kapal ini diambil dari nama Provinsi Yamato. Sebagai kapal pertama dalam kelasnya, Yamato bersama kapal sekelasnya, Musashi merupakan kapal tempur terbesar dan terberat yang pernah dibangun. Berat kapal dengan muatan penuh 72.800 ton, dan dipersenjatai dengan sembilam meriam utama kaliber 46 cm (18,1 inci).

Kapal ini dibangun dari 1939 hingga 1940 di Arsenal Angkatan Laut Kure, Prefektur Hiroshima, dan secara resmi mulai ditugaskan pada akhir 1941. Sepanjang tahun 1941, Yamato dijadikan kapal pemimpin yang dinaiki Laksamana Isoroku Yamamoto. Kapal ini pertama kali berlayar sebagai anggota Armada Gabungan selama Pertempuran Midway Juni 1942. Selama tahun 1943, Yamato secara terus menerus dipindah-pindahkan dari Truk ke Kure, dan lalu ke Brunei untuk menghindari serangan udara Amerika Serikat terhadap pangkalan militer Jepang. Yamato hanya pernah sekali menembakkan meriam utama ke sasaran musuh. Kesempatan itu diberikan kepadanya pada bulan Oktober 1944, namun Yamato segera diperintahkan pulang setelah serangan dari kapal perusak dan pesawat-pesawat tempur dari gugus tugas kapal induk pengawal "Taffy" berhasil menenggelamkan tiga kapal penjelajah berat dalam Pertempuran Lepas Pantai Samar. Yamato karam bulan April 1945 dalam Operasi Ten-Go.

Desain dan Konstruksinya

Yamato adalah kapal utama dalam "kapal tempur kelas berat" Yamato[8] yang dirancang Angkatan Laut Kekaisaran Jepang pada tahun 1937.[1] Kapal tempur kelas ini dirancang untuk dapat meladeni sasaran musuh yang beragam, dan dimaksudkan sebagai cara Jepang untuk bersaing dengan Angkatan Laut Amerika Serikat yang lebih maju.[9][10] Dengan dibuatnya kapal-kapal kelas Yamato yang masing-masing berkapasitas 70.000 ton, Jepang berharap kemampuan kapal-kapal tempurnya dapat menyaingi Amerika Serikat.[4]

Pembangunan lunas Yamato dimulai 4 November 1937 di Arsenal Angkatan Laut Kure dengan memakai galangan kapal yang didesain secara khusus. Pembangunan kapal ini dirahasiakan. Kain berukuran besar menghalangi pemandangan sewaktu kapal ini dibagun di galangan kapal Kure.[6] Kapal ini sangat besar, sehingga perlu dirancang dan dibuat kran gantri (alat angkat) yang masing-masing dapat mengangkat muatan 150 ton dan 350 ton.[6] Yamato diluncurkan 8 Agustus 1940 di bawah pimpinan Kapten (kemudian naik pangkat sebagai Laksamana Madya) Miyazato Shutoku.[1]


READ MORE - Kapal tempur Jepang Yamato

M-16


M16 adalah senapan serbu yang ringan, berkaliber 5.56 mm, air-cooled, beroperasi dengan sistem gas, menggunakan magazen, dan menggunakan bolt berputar. M16 dibuat dari besi, alumunium, dan plastik komposit.

Senapan M16 digunakan Angkatan Udara Amerika Serikat ,Korps Marinir Amerika Serikat dan Angkatan Darat. Senapan XM16E1, adalah versi pertama dari senapan M16 yang digunakan. Kemudian, Angkatan Darat Amerika Serikat menstandar XM16E1 sebagai senapan M16A1. M16 dengan maju membantu fitur yang diminta oleh Angkatan Darat. Semua versi awal menggunakan kartrid Magazen M193/M196 dengan mode menembak semi-otomatis dan otomatis. Hal ini terjadi di awal 1960-an, apabila Tentara menggunakan senjata itu akhir tahun 1964 [10] Senapan AR-15 pertama kali dikeluarkan untuk pasukan Pasukan Khusus pada musim salju tahun 1964..


M16(dikenali sebagai Senapang, kaliber 5,56 mm, M16) adalah sebutan militer Amerika Serikat untuk senapan AR-15 . Colt membeli hak atas AR-15 dari ArmaLite dan saat ini menggunakan sebutan yang hanya untuk versi semi-otomatis senapan. Senapan M16 menembak menggunakan Magazen 5.56x45mm dan dapat menghasilkan efek melukai besar ketika dampak peluru pada kecepatan tinggi dan patek dalam jaringan menyebabkan fragmentasi dan cepat mentransfer energi.


Senapan M16 mulai digunakan Angkatan Darat Amerika Serikat dan telah dikerahkan untuk operasi perang hutan di Vietnam Selatan pada tahun 1963, menjadi senapan standar AS dari Perang Vietnam pada tahun 1969, menggantikan senapan M14 dalam peran tersebut. Tentara AS masih mempergunakan senapan M14 di Conus, Eropa, dan Korea Selatan hingga tahun 1970. Sejak Perang Vietnam, keluarga senapan M16 telah menjadi senapan utama infanteri militer AS. Dengan variannya (M16A1, M16A2, M16A3, dan M16A4), telah digunakan oleh hampir seratus negara. Produksi di seluruh dunia Jumlah senjata M16-gaya sejak awal desain telah telah sekitar 8 juta, sehingga senjata api yang paling banyak diproduksi dalam kaliber nya. senapan M16 sedang digantikan karabin seri M4 secara bertahap di Angkatan Darat Amerika Serikat untuk digunakan pada tahun 2010.


READ MORE - M-16