APA ITU BALISTIK
Balistik adalah ilmu mengenai gerakan, sifat, dan efek dari proyektil, khususnya peluru, bom grafitasi, roket, dan lain-lain; ilmu atau seni merancang dan mengerakkan proyektil untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
Balistik adalah ilmu yang mempelajari tentang gerak peluru mulai dari ditembakan sampai mengenai sasaran dan efek dari sasaran tersebut. Balistik juga terbagi dalam beberapa bagian : ballistik dalam, ballistik luar, ballistik akhir
Balistik dalam adalah suatu ilmu yang mempelajari semua kejadian proyektil pada saat munisi mulai dinyalakan ( prImer mulai dipukul ) sampai pada saat proyektil keluar dari mulut laras
Balistik Luar adalah balistik diluar, sedangkan balistik itu sendiri adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku peluru beserta dengan faktor-faktor yang memengaruhinya, sehingga balistik luar mengandung arti ilmu yang mempelajari tingkah laku peluru beserta faktor-faktor yang memengaruhi di dalam udara bebas setelah keluar mulut laras
Balistik akhir adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang pola atau bentuk tingkah laku dari suatu peluru atau proyektil dan pecahannya (fragmentasi) pada suatu perkenaan (sasaran) serta tentang efek dari perkenaannya, tetapi bukan berbicara tentang pengaruh luka yang diakibatkan oleh unsur kimia atau racun. Pada perkenaan (sasaran) nantinya kita banyak berhubungan dengan bagaiman menentukan kemungkinan kena ( Probability of Hit) dan menghitung tentang kemungkinan membunuh (Probability of Kill) dari peluru yang ditembakan ke perkenaan (sasaran) tersebut
SEJARAH RUDAL BALISTIK
Rudal balistik yang pertama dikembangkan oleh Nazi Jerman pada tahun 1930-an dan 1940-an di bawah arahan Walter Dornberger.
Rudal balistik mulai dioperasikan pada 6 September 1944 untuk melawan Paris diikuti dengan serangan terhadap London dua hari kemudian.
Pada tahun 2007 sebanyak 30 negara dikerahkan untuk meneliti dan merancang rudal balistik. Sebagian besar rudal dibuat oleh Cina, Iran dan Federasi Rusia.
Gambar Rudal Balistik
Peluncuran rudal

ISI rudal balistik..

READ MORE - Rudal Balistik
Balistik adalah ilmu yang mempelajari tentang gerak peluru mulai dari ditembakan sampai mengenai sasaran dan efek dari sasaran tersebut. Balistik juga terbagi dalam beberapa bagian : ballistik dalam, ballistik luar, ballistik akhir
Balistik dalam adalah suatu ilmu yang mempelajari semua kejadian proyektil pada saat munisi mulai dinyalakan ( prImer mulai dipukul ) sampai pada saat proyektil keluar dari mulut laras
Balistik Luar adalah balistik diluar, sedangkan balistik itu sendiri adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku peluru beserta dengan faktor-faktor yang memengaruhinya, sehingga balistik luar mengandung arti ilmu yang mempelajari tingkah laku peluru beserta faktor-faktor yang memengaruhi di dalam udara bebas setelah keluar mulut laras
Balistik akhir adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang pola atau bentuk tingkah laku dari suatu peluru atau proyektil dan pecahannya (fragmentasi) pada suatu perkenaan (sasaran) serta tentang efek dari perkenaannya, tetapi bukan berbicara tentang pengaruh luka yang diakibatkan oleh unsur kimia atau racun. Pada perkenaan (sasaran) nantinya kita banyak berhubungan dengan bagaiman menentukan kemungkinan kena ( Probability of Hit) dan menghitung tentang kemungkinan membunuh (Probability of Kill) dari peluru yang ditembakan ke perkenaan (sasaran) tersebut
SEJARAH RUDAL BALISTIK
Rudal balistik yang pertama dikembangkan oleh Nazi Jerman pada tahun 1930-an dan 1940-an di bawah arahan Walter Dornberger.
Rudal balistik mulai dioperasikan pada 6 September 1944 untuk melawan Paris diikuti dengan serangan terhadap London dua hari kemudian.
Pada tahun 2007 sebanyak 30 negara dikerahkan untuk meneliti dan merancang rudal balistik. Sebagian besar rudal dibuat oleh Cina, Iran dan Federasi Rusia.
Gambar Rudal Balistik
Peluncuran rudal

ISI rudal balistik..


